Aspek-Aspek Kebahasaan dalam Penulisan Artikel Ilmiah Hasil Riset

November 26, 2008 at 10:14 pm Leave a comment

  1. Tidak menggunakan kode kebahasaan ringkas (restriced code), tetapi kode kebahasaan lengkap (elaborated codes). Maka, bentuk-bentuk ringkas seperti: ndak, nggak, kan, tak, dah, dsb., dll., dlsb., untk., spt., a.l., mk., tdk., krn., mknya., krnnya., jangan digunakan dalam penulisan ilmiah.
  2. Tidak menggunakan bentuk kelokalan. Jika dalam teks terpaksa digunakan bentuk kedaerahan, sesuai dengan ketentuan PUEYD, harus dicetak miring (italic). Maka hindarilah bentuk-bentuk berikut dalam penulisan ilmiah: tho, je, lho, tuh, neh, nih, gue, lu, mah. Bentuk-bentuk kebahasaan lain yang merupakan bentuk kelokalan adalah: makanya, tentunya, karenanya, sementara responden (maksudnya beberapa responden), menghimbau, penghujung, menghimpit, menghempas (maksudnya menghimbau, pengujung, mengimpit, mengempas), nampak, ngomong.
  3. Menggunakan bentuk-bentuk kebahasaan yang formal. Dimensi keformalan dapat dilihat baik dari lapis katanya, frasanya, maupun kalimatnya. Maka, jangan digunakan bentuk-bentuk kebahasaan berikut dalam penulisan ilmiah: gimana, ketimbang, membikin, dipikirin, ketabrak, nulis, nampak, ketangkap, organisir, koordinir, analisa, prosentase.
  4. Dalam tataran kalimat jangan digunakan bentuk inversi, jangan kabur subjek kalimatnya, jangan kabur predikat kalimatnya, jangan dobel konjungsinya, jangan keliru penempatan konjungsi intra/antar kalimatnya. ‘Berdasarkan data menunjukkan bahwa…’; ‘Menurut Handoko (2000) menegaskan…’; ‘Rapat redaktur yang memutuskan hal ini.’; ‘jika…maka’; ‘karena…maka’, meskipun…namun’; ‘meskipun…tetapi’; ‘Yakni,…’, ‘Yaitu,…’; ‘Contohnya…’; ‘Misalnya,…’: ‘Padahal,…’; ‘Pasalnya…’; ‘Misalnya…’; ‘Tetapi,…’; ‘Tapi,…’; ‘…namun’; ‘…akan tetapi’; ‘…olah karena itu’.
  5. Menggunakan bentuk-bentuk kebahasaan yang lugas, tegas, tidak rancu, tidak mubazir. Maka, jangan digunakan bentuk-bentuk berikut: sepertinya, kayaknya, nampaknya, kelihatannya, barangkali, akan…mendatang, kini…sedang, telah…lalu, turun…ke bawah, maju… ke depan, seperti misalnya, seperti contohnya, antara lain…dan sebagainya, antara lain…dan lain sebagainya, jika…maka, karena…maka, meskipun…tetapi, meskipun…namun.

Tulisan di atas diperoleh pada acara ‘Workshop Tips & Trik Penulisan Artikel Hasil Riset dalam Jurnal Terakreditasi’ tanggal 31 Oktober 2008 di fakultas Ekonomi Universitas Atmajaya Yogyakarta, dengan pemateri Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum.

Entry filed under: Tour of duty. Tags: .

Kepompong persahabatan Dosen Pembimbing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Inspiration

Jangan mengira kita tahu kesalahan kita dengan hanya BERFIKIR… kita akan tahu kesalahan kita sebenarnya pada saat kita melakukan ACTION. So, JUST DO IT !
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Recent Posts


%d bloggers like this: