Bentuk Baku dan Tidak Baku

Manakah yang baku, Anarki atau anarkis? Ataukah dua-duanya?
Andal atau handal? Antre atau antri? Becermin atau bercermin? Dividen atau deviden? …
Jika anda berminat untuk lebih tahu tentang aspek kebahasaan dan bentuk baku? silahkan diunduh filenya aspek-kebahasaan-senarai-bentuk-baku1.
Tulisan di atas diperoleh pada acara ‘Workshop Tips & Trik Penulisan Artikel Hasil Riset dalam Jurnal Terakreditasi’ tanggal 31 Oktober 2008 di fakultas Ekonomi Universitas Atmajaya Yogyakarta, dengan pemateri Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum.

3 comments January 12, 2009

Pengabdian masyarakat

Ada beberapa kesan selama tiga hari ikut kegiatan pengabdian masyarakat   (pelatihan office) di SMA 1 Imogiri Bantul.  Acara diikuti sekitar 35 orang guru dan karyawan, hampir semua komputer yang ada terpakai.

Guru-guru dan karyawan di sini nurut banget sama kepala sekolahnya, semuanya ikut pelatihan komputer, batinku pada awalnya. Tapi, ternyata mereka memang punya keingintahuan yang tinggi, sekaligus kemauan belajar yang bagus. Mereka memperhatikan materi demi materi dengan baik, fokus dengan komputer masing-masing…  Salut.

Saking semangatnya mereka dalam belajar IT, kayaknya bakalan ada pelatihan lagi (rencana 3 Januari 2009). Mereka mau diajari ngeblog. Waduh, aku aja lagi latian…

Lagi, ada yang menarik… Surprise,  ada Pak Gami, guru seni dan IT, ternyata beliau ngeblog juga.  Ini blognya. Salut (lagi) deh.

5 comments December 22, 2008

Dosen Pembimbing

Minggu sore 21/12 cek imel di milis MTI. Ahaa… ini yang ditunggu-tunggu. Pengumuman dosen pembimbing tesis. Hhmmmm… Loh, kok namaku gak ada?
Bisa gawat nih. Apa karena status studiku yang belum jelas? Jangan-jangan karena memang gak bisa nerusin studi? Hik hik hik…
… mas Sonny kenepa ini? mohon penjelasan… tanyaku lewat imel ke Mas Sonny, bagian akademik MTI…
Oh iya Pak…maaf belum mengikutkan Pak Edy dalam pembagian dosen pembimbing. Soalnya dulu Pak Edy tidak mengirimkan sotcopy ke saya…jadinya tidak saya masukkan dalam pembagian dosen pembimbing.
Softcopy? Ok deh, aku gak protes dikatakan belum ngirim softcopy abstraksi…
Tunggu mas Sonny, siang ini aku kirim softcopy abstraksi. Maaf, data tidak dibawa, ini lagi pengabdian masyarakat di SMA 1 Imogiri. Makasih mas.

Add comment December 22, 2008

Aspek-Aspek Kebahasaan dalam Penulisan Artikel Ilmiah Hasil Riset

  1. Tidak menggunakan kode kebahasaan ringkas (restriced code), tetapi kode kebahasaan lengkap (elaborated codes). Maka, bentuk-bentuk ringkas seperti: ndak, nggak, kan, tak, dah, dsb., dll., dlsb., untk., spt., a.l., mk., tdk., krn., mknya., krnnya., jangan digunakan dalam penulisan ilmiah.
  2. Tidak menggunakan bentuk kelokalan. Jika dalam teks terpaksa digunakan bentuk kedaerahan, sesuai dengan ketentuan PUEYD, harus dicetak miring (italic). Maka hindarilah bentuk-bentuk berikut dalam penulisan ilmiah: tho, je, lho, tuh, neh, nih, gue, lu, mah. Bentuk-bentuk kebahasaan lain yang merupakan bentuk kelokalan adalah: makanya, tentunya, karenanya, sementara responden (maksudnya beberapa responden), menghimbau, penghujung, menghimpit, menghempas (maksudnya menghimbau, pengujung, mengimpit, mengempas), nampak, ngomong.
  3. Menggunakan bentuk-bentuk kebahasaan yang formal. Dimensi keformalan dapat dilihat baik dari lapis katanya, frasanya, maupun kalimatnya. Maka, jangan digunakan bentuk-bentuk kebahasaan berikut dalam penulisan ilmiah: gimana, ketimbang, membikin, dipikirin, ketabrak, nulis, nampak, ketangkap, organisir, koordinir, analisa, prosentase.
  4. Dalam tataran kalimat jangan digunakan bentuk inversi, jangan kabur subjek kalimatnya, jangan kabur predikat kalimatnya, jangan dobel konjungsinya, jangan keliru penempatan konjungsi intra/antar kalimatnya. ‘Berdasarkan data menunjukkan bahwa…’; ‘Menurut Handoko (2000) menegaskan…’; ‘Rapat redaktur yang memutuskan hal ini.’; ‘jika…maka’; ‘karena…maka’, meskipun…namun’; ‘meskipun…tetapi’; ‘Yakni,…’, ‘Yaitu,…’; ‘Contohnya…’; ‘Misalnya,…’: ‘Padahal,…’; ‘Pasalnya…’; ‘Misalnya…’; ‘Tetapi,…’; ‘Tapi,…’; ‘…namun’; ‘…akan tetapi’; ‘…olah karena itu’.
  5. Menggunakan bentuk-bentuk kebahasaan yang lugas, tegas, tidak rancu, tidak mubazir. Maka, jangan digunakan bentuk-bentuk berikut: sepertinya, kayaknya, nampaknya, kelihatannya, barangkali, akan…mendatang, kini…sedang, telah…lalu, turun…ke bawah, maju… ke depan, seperti misalnya, seperti contohnya, antara lain…dan sebagainya, antara lain…dan lain sebagainya, jika…maka, karena…maka, meskipun…tetapi, meskipun…namun.

Tulisan di atas diperoleh pada acara ‘Workshop Tips & Trik Penulisan Artikel Hasil Riset dalam Jurnal Terakreditasi’ tanggal 31 Oktober 2008 di fakultas Ekonomi Universitas Atmajaya Yogyakarta, dengan pemateri Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum.

Add comment November 26, 2008

Kepompong persahabatan

kepompongTiga anak kecil, seusia TK, begitu gembira. Berlari-lari kecil membentuk lingkaran, sesekali loncat sambil teriak “… pompong !”. Beberapa langkah, kemudian loncat sambil mengangkat kedua tanganya, teriak lagi “… pompong !” Sementara seorang ibu tersenyum lebar melihat tingkah anak-akan itu bermain dengan diiringi lagu Kepompong-nya Sindentosca.

Kepompong… Mendadak banyak orang menyebut dan menyanyikannya, begitu Sindentosca menjadikan kepompong sebagai perumpamaan persahabatan dalam lagunya. Lagu tentang kehangatan dan keindahan sebuah persahabatan.

Begitu terinspirasi, seseorang mengirimkan lagu ini ke sahabatnya. Berharap sahabatnya mengerti kalau dia ingin terus menjalin persahabatan. Hingga tidak perlu bertindak terlalu jauh, walaupun karena sayang, yang bisa membuat mereka saling berjauhan.

Biarkan persahabatan ini bagai kepompong yang membawa kita menjadi kupu-kupu indah.

1 comment November 23, 2008

Previous Posts


Inspiration

Jangan mengira kita tahu kesalahan kita dengan hanya BERFIKIR… kita akan tahu kesalahan kita sebenarnya pada saat kita melakukan ACTION. So, JUST DO IT !

 

November 2009
M T W T F S S
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Recent Posts

Archives

Blogroll